1. Memangun resep teyasing sasomo (kita selalu membuat senang hati orang lain.2. Jroning suko kudu eling lan waspodo (didalam suasana riang kita harus tetap waspada).3. Laksitaning subroto tan nyipto marang pringgo bayaning lampah (dalam perjalanan utk mencapai cita2 luhur kita tidak perduli dengan segala bentuk rintangan).4. Meper hardaning pancadriya (kita harus selalu menekan gelora hawa nafsu).5. heneng-hening-henung (dlm keadaan diam kita akan memperoleh keheningan dan dalam keheningan itulah kita akan mencapai cita2 luhur).6. Mulyo guno panca waktu (suatu kebahagiaan lahir bathin hanya bisa kita capai dengan sholat 5 waktu) 7. Menehono teken marang wong kang wuto, menehono mangan marang wong kang luwe, menehono busono marang wong kang wudo, menehono ngiyup marang wong kang kedanan (berilah ilmu agar org menjadi pintar, sejahterakanlah kehidupan masyarakat yg miskin, ajarilah kesusilaan pd org tdk punya malu, serta beri perlindungan org yg menderita).

Jumat, 18 November 2011

SL-PTT BHUMI ANGLINGDARMO





Komoditi tanaman pangan memiliki peranan pokok sebagai pemenuh kebutuhan pangan, pakan dan industri dalam negeri yang setiap tahunnya cenderung meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan berkembangnya industri pangan dan pakan. Sehingga dari sisi Ketahanan.
Pangan Nasional fungsinya menjadi amat penting dan strategis. Komoditi padi berperan  untuk memenuhi kebutuhan  pokok  karbohidrat masyarakat,  sedangkan jagung, dan kedelai terutama  untuk memenuhikebutuhan bahan baku industri pangan olahan dan pakan.Upaya peningkatan produksi padi, jagung, dan  kedelai yang terfokus pada penerapan SL-PTT tahun 2010 pada areal seluas  2.950.000 Ha telah berhasil menjadi pemicu dalam meningkatkan produksi padi 2,46 %, dan jagung 1,22 %. 
Berdasarkan hasil penerapan SL-PTT tahun 2010, maka pada tahun 2011 fokus kegiatan  tersebut akan dilanjutkan  menjadi seluas  2.778.980 Ha untuk padi non hidrida, padi hibrida, padi gogo, untuk areal jagung hibrida seluas 206.730 Ha, dan areal kedelai seluas 300 ribu Ha. Pelaksanaan SL-PTT tahun 2011 akan mendapat fasilitasi/dukungan penyediaan benih padi non hibrida, padi hibrida,  padi gogo,  jagung hibrida,  dan  kedelai melalui Bantuan Benih Unggul.   SL-PTT merupakan Sekolah Lapangan bagi petani dalam menerapkan berbagai teknologi usahatani melalui  penggunaan input produksi yang efisien menurut 2Pedoman Pelaksanaan  SL -PTT 2011 spesifik lokasi sehingga mampu menghasilkan  produktivitas tinggi  untuk menunjang peningkatan produksi secara berkelanjutan. Dalam SL-PTT petani dapat belajar langsung di lapangan melalui pembelajaran dan penghayatan langsung (mengalami), mengungkapkan, menganalisis, menyimpulkan dan menerapkan (melakukan/mengalami kembali), menghadapi dan memecahkan masalah-masalah terutama dalam hal teknik budidaya dengan mengkaji bersama berdasarkan spesifik lokasi. Melalui penerapan  SL-PTT petani  akan mampu  mengelola sumberdaya yang tersedia (varietas, tanah, air dan sarana produksi) secara terpadu  dalam melakukan budidaya di lahan usahataninya berdasarkan kondisi spesifik lokasi sehingga  petani menjadi lebih terampil serta mampu  mengembangkan usahataninya dalam rangka peningkatan produksi  padi, jagung,  dan  kedelai. Namun demikian wilayah diluar SL-PTT  akan tetap dilakukan pembinaan peningkatan produksi sehingga produksi dan produktivitas  tahun 2011 dapat meningkat.
Upaya Pencapaian Sasaran Produksi Jagung Tahun 2011
Fokus utama pencapaian sasaran produksi jagung tahun 2011    adalah peningkatan produktivitas jagung melalui SL-PTT jagung hibrida seluas 206,73 ribu  Ha. Sedangkan  diluar fokus utama melalui upaya peningkatan produksi lainnya pada kawasan areal tanam seluas 2,72 juta melalui program 2011, dan carry over bantuan benih 2010 seluas 2,10 jt Ha.
Pedoman Pelaksanaan  SL -PTT 2011
a. Fokus utama peningkatan produktivitas  jagung  melalui SL-PTT
jagung hibrida adalah upaya pencapaian sasaran produksi jagung tahun 2011 yang  difokuskan pada kegiatan peningkatan produktivitas jagung di kawasan areal tanam seluas  206,73 ribu  Ha, melalui kegiatan SL- PTT jagung hibrida. Kegiatan peningkatan produktivitas SL-PTT jagung hibrida melibatkan 13,78 ribu kelompoktani/ unit di 25 provinsi (237 kabupaten/kota).
b. Upaya peningkatan produksi jagung diluar fokus utama
peningkatan produktivitas dan produksi dilakukan  dengan pembinaan yang terkoordinasi melalui pemanfaatan  carry over bantuan benih 2010 seluas  2,10 juta  Ha.  Upaya ini diperkirakan mampu menyumbangkan produksi pada tahun 2011 sebesar  8,54 juta ton  PK. Sedangkan sisa sasaran produksi sebesar 12,17 juta ton PK diharapkan  didapat dari pertanaman seluas  2,52 jt Ha, yang berasal dari CBN dan swadaya petanI. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar