1. Memangun resep teyasing sasomo (kita selalu membuat senang hati orang lain.2. Jroning suko kudu eling lan waspodo (didalam suasana riang kita harus tetap waspada).3. Laksitaning subroto tan nyipto marang pringgo bayaning lampah (dalam perjalanan utk mencapai cita2 luhur kita tidak perduli dengan segala bentuk rintangan).4. Meper hardaning pancadriya (kita harus selalu menekan gelora hawa nafsu).5. heneng-hening-henung (dlm keadaan diam kita akan memperoleh keheningan dan dalam keheningan itulah kita akan mencapai cita2 luhur).6. Mulyo guno panca waktu (suatu kebahagiaan lahir bathin hanya bisa kita capai dengan sholat 5 waktu) 7. Menehono teken marang wong kang wuto, menehono mangan marang wong kang luwe, menehono busono marang wong kang wudo, menehono ngiyup marang wong kang kedanan (berilah ilmu agar org menjadi pintar, sejahterakanlah kehidupan masyarakat yg miskin, ajarilah kesusilaan pd org tdk punya malu, serta beri perlindungan org yg menderita).

Rabu, 29 Februari 2012

BHUMMI JAGUNG PROPINSI GORONTALO


Jumlah ekspor jagung dari Provinsi Gorontalo ke sejumlah negara seperti Korea, China dan Malaysia, telah mencapai 20 ribu ton hingga Maret 2010. "Angka tersebut kami prediksi bakal naik hingga Desember 2010 dan merambah negara importir lainnya," kata Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Sumarjono Abdulhamid.Berdasarkan data Dinas Pertanian, terjadi peningkatan signifikan pada jumlah ekspor jagung yakni tahun 2005 sebanyak 90 ribu ton dan tahun 2010 sebanyak 177 ribu ton. Menurut dia, sejak provinsi Gorontalo berdiri tahun 2001, jagung telah dipilih menjadi komoditi unggulan daerah tersebut. Bahkan, Gorontalo menjadi sasaran studi banding dari daerah lain, yang ingin belajar pengembangan jagung di daerah tersebut."Mereka belajar bagaimana manajemen pengolahan jagung, mulai dari budidaya sampai pengolahan pascapanen yang diterapkan di Gorontalo," tambahnya.Sementara itu, produksi jagung Gorontalo juga terus meningkat mulai dari 250 ribu ton pada tahun 2001, hingga mencapai 800 ribu ton tahun 2009. Pada tahun 2010, pemprov menargetkan produksi jagung mencapai satu juta ton, untuk mendongkrak produksi jagung di tingkat nasional. Pemasaran Naik 35 Persen , Seiring dengan peningkatan produksi, realisasi pemasaran jagung Provinsi Gorontalo pada tahun ini juga mengalami signifikan. Selang Januari-awal November 2010, pemasaran jagung Gorontalo mencapai sebanyak 137.144 ton dengan nilai transaksi sebesar Rp 333,061 miliar.
Hasil informasi diperoleh bahwa Konferensi Jagung Internasional atau International Maize Conference (IMC) akan digelar pada bulan Oktober 2012, dengan tuan rumah yakni Provinsi Gorontalo. Meski telah mengalami penundaan sejak tahun 2011, namun pemerintah Provinsi Gorontalo memastikan konferensi tersebut akan diselenggarakan pada tahun ini."Kami telah mengagendakan IMC tanggal 22 hingga 24 Oktober dan saat ini mulai melakukan persiapan," kata Kepala Biro Umum dan Humas Provinsi Gorontalo, Rifly Katili, Minggu.Lebih dari 30 negara penghasil jagung terbesar di dunia dan negara pengimpor akan hadir dalam konferensi.Selain itu, para pelaku usaha komoditas jagung dan petani akan dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Sebelumnya, Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Investasi Pertanian, Prabowo Respatiyo Caturroso mengatakan pihaknya memilih Provinsi Gorontalo sebagai tuan rumah karena dinilai serius dalam mengembangkan jagung sebagai komoditas unggulan."Momen ini merupakan kesempatan berharga, karena akan membuka peluang bisnis besar. Apalagi permintaan jagung di dunia semakin tinggi," ujarnya.Ia meminta pemprov mempersiapkan konferensi dengan maksimal, terutama ketersediaan sarana dan prasarana pendukung kegiatan.
Konferensi Jagung Internasional atau International Maize Conference (IMC) akan digelar pada bulan Oktober 2012, dengan tuan rumah yakni Provinsi Gorontalo.Meski telah mengalami penundaan sejak tahun 2011, namun pemerintah Provinsi Gorontalo memastikan konferensi tersebut akan diselenggarakan pada tahun ini."Kami telah mengagendakan IMC tanggal 22 hingga 24 Oktober dan saat ini mulai melakukan persiapan," kata Kepala Biro Umum dan Humas Provinsi Gorontalo, Rifly Katili,Minggu.Lebih dari 30 negara penghasil jagung terbesar di dunia dan negara pengimpor akan hadir dalam konferensi.Selain itu, para pelaku usaha komoditas jagung dan petani akan dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Sebelumnya, Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Investasi Pertanian, Prabowo Respatiyo Caturroso mengatakan pihaknya memilih Provinsi Gorontalo sebagai tuan rumah karena dinilai serius dalam mengembangkan jagung sebagai komoditas unggulan."Momen ini merupakan kesempatan berharga, karena akan membuka peluang bisnis besar. Apalagi permintaan jagung di dunia semakin tinggi," ujarnya.Ia meminta pemprov mempersiapkan konferensi dengan maksimal, terutama ketersediaan sarana dan prasarana pendukung kegiatan

Maju terus petani jagung, tingkatkan produktifitasnya, dengan pengunaan varietas unggul. Dukung terus pemerintah agar semua program berjalan dengan baik. Kita raih swasembada pangan dengan produk unggulan jagung, sehingga dapat raih kesejahteraan petani.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar