1. Memangun resep teyasing sasomo (kita selalu membuat senang hati orang lain.2. Jroning suko kudu eling lan waspodo (didalam suasana riang kita harus tetap waspada).3. Laksitaning subroto tan nyipto marang pringgo bayaning lampah (dalam perjalanan utk mencapai cita2 luhur kita tidak perduli dengan segala bentuk rintangan).4. Meper hardaning pancadriya (kita harus selalu menekan gelora hawa nafsu).5. heneng-hening-henung (dlm keadaan diam kita akan memperoleh keheningan dan dalam keheningan itulah kita akan mencapai cita2 luhur).6. Mulyo guno panca waktu (suatu kebahagiaan lahir bathin hanya bisa kita capai dengan sholat 5 waktu) 7. Menehono teken marang wong kang wuto, menehono mangan marang wong kang luwe, menehono busono marang wong kang wudo, menehono ngiyup marang wong kang kedanan (berilah ilmu agar org menjadi pintar, sejahterakanlah kehidupan masyarakat yg miskin, ajarilah kesusilaan pd org tdk punya malu, serta beri perlindungan org yg menderita).

Selasa, 17 Juli 2012

GENJOT PRODUKSI BUAH & SAYUR DALAM NEGERI




Dewan Hortikultura Nasional mendesak pemerintah melakukan antisipasi terhadap kurangnya pasokan produk hortikultura (buah dan sayur) jika kebijakan pemerintah yang tercantum dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 3 Tahun 2012 berlaku efektif. Kebijakan itu mengatur volume impor hortikultura yang diizinkan mengimpor berdasarkan rekomendasi Menteri Pertanian.Ketua Dewan Hortikultura Nasional Benny Kusbini menyambut baik aturan pemerintah itu karena bisa mengurangi ketergantungan impor dan mendorong produk lokal menjadi andalan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun, dia menegaskan, pemerintah harus bisa meningkatkan produksi dan kualitas produk hortikultura di dalam negeri seiring berlakunya aturan tersebut.“Yang selama ini buah dan sayur impor, ke depan bisa dipenuhi dari dalam negeri. Memberikan kesempatan juga bagi petani untuk bisa bersaing,” kata Benny Menurut dia, pembatasan volume impor dengan kuota sama dengan mendorong pengusaha atau importir untuk mengutamakan mendapat pasokan buah dan sayur langsung dari petani. Jika kebutuhan pasar tertentu mencapai 500 ton buah, maka pemerintah seharusnya memberikan kuota sebanyak 300 ton saja, sisanya dipenuhi dari dalam negeri.Pemerintah harus bisa mengupayakan agar produk hortikultura lokal bisa bersaing dengan produk impor, baik dari segi harga, kualitas, maupun jenisnya. Langkah lainnya, pemerintah harus segera memperbaiki sistem distribusi agar pasokan menjadi lancar sehingga mengurangi biaya transportasi.“Benny mengakui produk hortikultura di dalam negeri memang masih kalah bersaing dari segi kualitas dan jumlah sehingga masih dipenuhi dari impor. Namun bukan berarti produksi tidak mengalami peningkatan. Peningkatan permintaan terjadi karena tingginya laju pertumbuhan penduduk dan kebutuhan.Peraturan yang mengatur rekomendasi impor hortikultura ini pada dasarnya merupakan langkah pemberdayaan peran dan fungsi pertanian, khususnya bagi petani. Karena itulah, seluruh aspek terkait, mulai dari pengusaha, importir, pemerintah, dan konsumen, harus bisa mendorong peningkatan produksi dalam negeri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar