1. Memangun resep teyasing sasomo (kita selalu membuat senang hati orang lain.2. Jroning suko kudu eling lan waspodo (didalam suasana riang kita harus tetap waspada).3. Laksitaning subroto tan nyipto marang pringgo bayaning lampah (dalam perjalanan utk mencapai cita2 luhur kita tidak perduli dengan segala bentuk rintangan).4. Meper hardaning pancadriya (kita harus selalu menekan gelora hawa nafsu).5. heneng-hening-henung (dlm keadaan diam kita akan memperoleh keheningan dan dalam keheningan itulah kita akan mencapai cita2 luhur).6. Mulyo guno panca waktu (suatu kebahagiaan lahir bathin hanya bisa kita capai dengan sholat 5 waktu) 7. Menehono teken marang wong kang wuto, menehono mangan marang wong kang luwe, menehono busono marang wong kang wudo, menehono ngiyup marang wong kang kedanan (berilah ilmu agar org menjadi pintar, sejahterakanlah kehidupan masyarakat yg miskin, ajarilah kesusilaan pd org tdk punya malu, serta beri perlindungan org yg menderita).

Kamis, 08 Desember 2011

samudra kasih orang tua kita





























Seringkali banyak orang  berpikiran bahwa keberhasilan dan kebahagian yang  telah diraih dalam hidup adalah buah dari kerja keras, kecerdasan, dan kesempatan yang  dimiliki. Kesombongan membuat diri banyak orang merasa hanya kita lah yang mempunyai andil besar atas keberhasilan yang kita raih. Tidak banyak manusia yang menyadari bahwa doa kedua Orang tua dan campur tangan 4jj i SWT juga mempunyai peran atas kesuksesan tersebut.Ajaran Islam telah menempatkan orang tua pada posisi yang sangat mulia
” Ridho Allah terletak pada Ridho orang tua, dan murka Allah ada pada murka Orang tua”.
Dengan segala ragam pengorbanan yang tanpa batas yang telah orang tua khususnya Ibu lakukan pada kita, masihkah kita bersikap seenaknya dan tidak peduli sedikitpun kepada kedua orang tua kita atau durhaka pada mereka, naudzubillah.
Mungkin bagi kita yang belum punya anak atau rekan-rekan yang masih muda mengatakan. Pepatah jawa mengatakan ” pengorbanan orang tua kepada anak kui sak klopo tapi balas budi anak pada orang tua kui sak upo” betapa besar perbedaan itu satu buah kelapa dibanding satu butir nasi, demikian yang di perumpamakan Orang Jawa terhadap kasih sayang orang tua dan balas budi anak.
Sebagai anak pastilah tidak pernah membayangkan betapa resahnya orang tua ketika anaknya sakit, tapi bagaimana dengan kita yang melihat orang tua kita sedang sakit. Sekali lagi berbakti kepada kedua orang tua kita adalah sebuah kewajiban sebagai manusia yang sempurna, kalau kebetulan kita baru berselisih segeralah meminta maaf, meskipun kita menganggap kesalahan itu ada pada kedua Orang Tua kita. Handai bila orang tua kita terutama ibu meminta setetes susu yang telah diberikan pada kita, maka kita harus berbuat apa.....di dunia ini tidak ada satu toko dan pabri manapun yang menjual dan memproduksinya........dan yang jelas saudaraku itu semua TIDAK AKAN ORANG TUA/IBU KITA LAKUKAN..................................
SOUDARAKU..... JANGAN TUNDA LAGI, ISTIGHFAR YANG BANYAK MINTALAH AMPUN PADA KEDUA ORANG TUA KITA. DO,A KAN BELIAU BAIK YANG MASIH HIDUP ATAUPUN YANG SUDAH PULANG KE RAHMATULLAH. MUDAH-MUDAHAN KITA SMUA MENJADI ANAK YANG SOLEH DAN SOLIHAH. AMIIEN YA ROBBAL ALLAMIN.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar