1. Memangun resep teyasing sasomo (kita selalu membuat senang hati orang lain.2. Jroning suko kudu eling lan waspodo (didalam suasana riang kita harus tetap waspada).3. Laksitaning subroto tan nyipto marang pringgo bayaning lampah (dalam perjalanan utk mencapai cita2 luhur kita tidak perduli dengan segala bentuk rintangan).4. Meper hardaning pancadriya (kita harus selalu menekan gelora hawa nafsu).5. heneng-hening-henung (dlm keadaan diam kita akan memperoleh keheningan dan dalam keheningan itulah kita akan mencapai cita2 luhur).6. Mulyo guno panca waktu (suatu kebahagiaan lahir bathin hanya bisa kita capai dengan sholat 5 waktu) 7. Menehono teken marang wong kang wuto, menehono mangan marang wong kang luwe, menehono busono marang wong kang wudo, menehono ngiyup marang wong kang kedanan (berilah ilmu agar org menjadi pintar, sejahterakanlah kehidupan masyarakat yg miskin, ajarilah kesusilaan pd org tdk punya malu, serta beri perlindungan org yg menderita).

Jumat, 21 Oktober 2011

SL*PTT JAGUNG KAB KEDIRI

Produksi jagung masih dapat ditingkatkan melalui peningkatan produktivitas
dan perluasan areal tanam, terutama di luar Jawa. Dewasa ini luas areal panen jagung nasional baru sekitar 3,60 juta ha dengan produktivitas 3,40 t/ha. Sementara produktivitas jagung di tingkat penelitian berkisar antara 4,0-9,0 ton/ha, bergantung pada kondisi lahan, lingkungan setempat, dan teknologi yang diterapkan. 
Di Indonesia, jagung ditanam pada agroekosistem yang beragam, mulai dari lingkungan berproduktivitas tinggi (lahan subur) sampai berproduktivitas rendah (lahan suboptimal dan marjinal). Karena itu diperlukan teknologi produksi spesifik lokasi, sesuai dengan kondisi lingkungan setempat.Pengembangan jagung di lahan sawah pada musim kemarau merupakan langkah yang strategis, karena dapat mengurangi defisit pasokan produksi yang umumnya terjadi pada musim kemarau, kualitas hasil panen umumnya lebih tinggi, dan harga jagung pada saat itu juga relatif tinggi. Selama ini komponen teknologi budi daya jagung diterapkan secara parsial, terutama pada lahan berproduktivitas bersifat sinergis diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi sistem produksi jagung.Penerapan komponen-kompoen teknologi dengan pendekatan Pengelolaan TanamanTerpadu (PTT) ternyata mampu meningkatkan produkivitas dan efisiensiu sahatani, sehingga berujung pada peningkatan pendapatan. Di beberapalahan sawah tadah hujan di jatim, misalnya, pengembangan jagung dengan pendekatan PTT dalam hamparan dengan luas minimal 1 ha memberikan hasil 5,4-7,3 ton/ha. Sebelumnya, lahan suboptimal tersebut biasanya diberakan setelah panen padi.Belajar dari pengalaman dalam penelitian pada beberapa lokasi sentra produksi jagung diI ndonesia, pengembangan inovasi teknologi jagung dengan pendekatan PTT diperkirakan mampu memberikan kontribusi yang nyata bagi peningkatan produksi nasional. Adanya varietas baru yang memiliki adaptasi yang baik pada beberapa lingkungan, daya ketahanan terhadap hama & penyakit toleran dan daya hasil tinggi perlu disosialisasikan pada petani.  Paket teknologi budidaya dan pengelolaan tanah dan air yang baik, tentunya akan memberikan semangat pada petani untuk raih hasil seperti yang diharapakan. Sinergis aktivitas dari petani, pemerintah dan pengusaha benih selalu memberikan rangsangan tersendiri bagi swasembada jagung nasional dan hasil akhirnya untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional,

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar