1. Memangun resep teyasing sasomo (kita selalu membuat senang hati orang lain.2. Jroning suko kudu eling lan waspodo (didalam suasana riang kita harus tetap waspada).3. Laksitaning subroto tan nyipto marang pringgo bayaning lampah (dalam perjalanan utk mencapai cita2 luhur kita tidak perduli dengan segala bentuk rintangan).4. Meper hardaning pancadriya (kita harus selalu menekan gelora hawa nafsu).5. heneng-hening-henung (dlm keadaan diam kita akan memperoleh keheningan dan dalam keheningan itulah kita akan mencapai cita2 luhur).6. Mulyo guno panca waktu (suatu kebahagiaan lahir bathin hanya bisa kita capai dengan sholat 5 waktu) 7. Menehono teken marang wong kang wuto, menehono mangan marang wong kang luwe, menehono busono marang wong kang wudo, menehono ngiyup marang wong kang kedanan (berilah ilmu agar org menjadi pintar, sejahterakanlah kehidupan masyarakat yg miskin, ajarilah kesusilaan pd org tdk punya malu, serta beri perlindungan org yg menderita).

Tampilkan postingan dengan label technology. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label technology. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Desember 2011

Increasing crop yields and farmer profitability through Technology plant cultivation




PRODUCTIVITY = INDEX PERFORMANCE + INDEXD QUALITY + INDEX ADOPTION TECHNOLOGY          
Thomas Robert Malthus theory which says that the population increases geometrically, while the amount of available food increases arithmetically. With a population of 216 million people, Indonesia currently require food staples at least 53 million tons of rice, 12.5 million ton, of maize and 3.0 million tons of soybeans. If not offset by growth in domestic food production significantly, can lead to lower national food security. Despite efforts to increase food production in the country today continues to be done, but the rate of increase is still not able to meet domestic food needs because of the productivity of food crops and increasing the total area of ​​stagnant and even declining.To increase national food production, productivity can be increased by applying the technology of production, among others through the use of PLANT CULTIVATION TECHNIQUE. The low application of technology from the large gap appears cultivation production potential of research results with results obtained in the field by farmers. This is because the understanding and mastery of the application of new technology packages that less can be understood by farmers as a whole so that the application of technology in fragments (Mashar, 2000). Such as improper use of fertilizer, improved seed and how to apply maintenance that is not optimal because of poor farmers are not optimal dissemination of technology, guidance systems and poor farmers venture capital itself. In addition, because of the way aquaculture farmers applying conventional and less innovative cultivation such as the tendency to use chemical fertilizer inputs continuously, do not use crop rotation, post-harvest loss is still high 15-20% and irrigation water use inefficient. As a result, among others, have an impact on the low productivity of farming threatens the survival and competitiveness in the market continues to decline. The low productivity and competitiveness of commodity crops cultivated cause a decline in interest of farmers to develop the cultivation of food, resulting in large scale affect national production.To solve the above problems the government should provide subsidies to farmers and technology involving stakeholders in making the acceleration of change (Saragih, 2003). Technology subsidy in question is the existence of capital for farmers to obtain or may buy the technology and productivity escort cultivation technology can be mastered so completely and efficiently to post-harvest stage. For example, farmers can acquire and apply technology to increase crop productivity, for example quality seeds, balanced fertilization, pest & disease management, post harvest mechanization and facilitation as well as escort in the field.productivity improvement program in order to succeed the corn harvest is to coordinate between agencies, extension workers and farmers. This is to accelerate the adoption of new maize cultivation technology by farmer. This meant that the farmers' skills in an effort to manage their farm has also increased. Efforts to increase the productivity of corn can not run maximized if there is no coherence and coordination between farmers, extension agents, and officers from relevant agencies.

Kamis, 13 Oktober 2011

corn-potential yield




Corn growers need to set a realistic corn yield goal
in order to make sound decisions on hybrid, seeding
rate, fertilizer application, and irrigation. The goal
should be the most profitable yield that can be
expected for a particular set of soil, climate, and
management practices. The yield potential is the
maximum production of a crop hybrid variety that can be
achieved in a given environment. To achieve the yield
potential, the crop must receive optimum levels of water
and nutrients and be completely protected against
weeds, pests, diseases, and other factors that may
reduce growth. Growth-limiting factors such as water
and nutrients determine the actual yield. Yield potential
is reduced by insufficient nutrients, water supply,
diseases, insects, weeds, lodging, or poor soil physical
traits and quality. Maximum yields obtained in corn
yield contests are reasonable estimates of yield potential
because corn is grown in these plots at high density and
nutrient supply, and full weed and pest control.

pengembangan jagung




 





























Dewasa ini jagung tidak hanya digunakan untuk bahan pangan tetapi juga untuk pakan. Dalam beberapa tahun terakhir proposi penggunaan jagung oleh industri pakan telah mencapai 50% dari total kebutuhan nasional. Dalam 20 tahun ke depan, penggunaan jagung untuk pakan diperkirakan terus meningkat dan bahkan setelah tahun 2020 lebih dari 60% dari total kebutuhan nasional. Ditinjau dari sumberdaya lahan dan ketersediaan teknologi, Indonesia sebenarnya memiliki peluang untuk berswasembada jagung dan bahkan berpeluang pula menjadi pemasok di pasar dunia mengingat makin meningkatnya permintaan dan makin menipisnya volume jagung di pasar internasonal.
Upaya peningkatan produksi jagung di dalam negeri dapat ditempuh melalui perluasan areal tanam dan peningkatan produk- tivitas. Perluasan areal dapat diarahkan pada lahan-lahan potensial seperti lahan sawah irigasi, lahan sawah tadah hujan, dan lahan kering yang belum dimanfaatkan untuk pertanian. Berdasarkan penyebaran luas sawah dan tipe irigasinya, diperkirakan terdapat 457.163 ha yang potensial untuk peningkatan indeks pertanaman. Di luar Jawa terdapat 20,5 juta ha lahan kering yang dapat dikembangkan untuk usahatani jagung.

 

Selain melalu perluasan areal tanam dan peningkatan produk-tivitas, upaya pengembangan jagung juga memerlukan peningkatan efisiensi produksi, penguatan kelembagaan petani, peningkatan kualitas produk, peningkatan nilai tambah, perbaikan akses pasar, pengembangan unit usaha bersama, perbaikan sistem per-modalan, pengembangan infrastruktur, serta pengaturan tataniaga dan insentif usaha. Dalam kaitan ini diperlukan berbagai dukungan, termasuk dukungan kebijakan pemerintah.
Dari aspek teknis, teknologi yang diperlukan untuk mendukung pengembangan jagung antara lain adalah varietas hibrida dan komposit yang lebih unggul (termasuk penggunaan bioteknologi), di antaranya memiliki sifat toleran kemasaman tanah dan ke-keringan, teknologi produksi benih sumber dan sistem perbenihan-nya, teknologi budidaya yang efisien dengan pendekatan pengelolaan tanaman terpadu (PTT), dan teknologi pascapanen untuk meningkatkan kualitas dan nilai tambah produk.
Investasi yang diperlukan untuk pengembangan jagung bergantung kepada pencapaian target yang diinginkan. Berkaitan dengan hal ini, ada dua skenario pengembangan jagung nasional dalam periode 2005-2025. Skenario 1 atau skenario moderat, laju pertumbuhan produksi 4,24%/tahun. Skenario 2 atau skenario optimis, volume ekspor meningkat menjadi 15%. Kebutuhan investasi untuk pengembangan jagung melalui skenario 1 dan 2 dalam kurun waktu 2005-2025 masing-masing adalah Rp 29,0 trilyun, dan Rp 33,7 trilyun. Biaya investasi mencakup perluasan areal tanam pada lahan sawah, pembukaan lahan baru (lahan kering) dan infrastruktur, perbenihan, penyuluhan, penelitian dan pengembangan. Proporsi investasi yang menjadi tanggung jawab masyarakat 4%, sedangkan yang bersumber dari pemerintah dan swasta masing-masing dengan proporsi 74% dan 22%.
Kebijakan yang diperlukan dalam pengembangan jagung adalah kebijakan pengembangan insentif investasi, kelembagaan keuangan dan permodalan, peningkatan dukungan teknologi yang siap diterapkan di lapang, peningkatan kualitas sumberdaya manusia, kelembagaan agribisnis, dukungan pemasaran, serta dukungan peraturan dan perundangan.

Jumat, 30 September 2011

food estete bulungan kaltim

Menteri Pertanian RI Suswono, optimistis target surplus 10 juta ton beras yang dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2014 mendatang bisa tercapai. 

Menurut Suswono, hal itu bisa saja terwujud selama program food estate atau kawasan khusus pertanian skala luas bisa berjalan dengan baik, termasuk yang ada di Kaltim.

Mentri Pertanian bapak Suswono beserta rombongan  meresmikan food estate di Desa Tanjung Buka Kabupaten Bulungan seluas 30.000 Hektare (Ha).

Potensi lahan di Kaltim,  sangat menjanjikan terutama untuk menyokong ketahanan pangan di 2014. Apalagi sudah ada potensi 200 ribu Ha lahan yang dijanjikan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak untuk menyokong program food estate

“Apabila tanaman dapat menghasilkan 5 ton saja per Ha, dapat memberikan kontribusi 1 juta ton, paling tidak bisa memberikan tambahan mengejar target surplus

Teknis pengarapannya, food estate diyakini tetap menggunakan sistem inti plasma, yaitu pola kemitraan dengan melibatkan masyarakat sebagai pemelihara. Namun untuk pengelolaan food estate, Kementrian Pertanian akan memberikan wewenang kepada BUMN selaku leading sector yang menangani kemitraan dengan petani.

 Program food estate yang dibuka di Bulungan akan memberikan keuntungan ganda terhadap masyarakat.  selain memberikan lapangan kerja yang terbuka, pengelolaan lahan yang diberikan ke petani juga dinilai mampu memberi dampak skala ekonomi yang menguntungkan bagi masyarakat lokal dan menggerakkan perekonomian daerah, utamanya para investor lokal.
apabila pemerintah memberikan angin segar untuk petani semesti  perusahaan swasta juga ambil peranan yang tidak kala penting untuk mensupport kegiatan diatas. Jika pekerjaan dilakukan secar sinergis maka masing-masing bagian terkait akan mendapatkan manfaat yang berarti. Artinya program pengentasan kemiskinan berlaju, program kegiatan swasta berjalan, petani pun dapat merasakan hasil secara nyata. bravo petani indonesia. 
 


 

Minggu, 18 September 2011

1 (one) bushel of corn provides

ONE BUSHEL(56 lbS.) OF CORNPROVIDES:

  • 31.5 lbs. of starch or
  • 33 lbs. of sweetener or
  • 2.8 gal. of fuel ethanol or
  • 22.4 lbs. of PLA
  • fiber/polymer plus
  • 17.5 lbs. of distillers dried grains with solubles*
  • 13.5 lbs. of gluten feed**
  • 2.6 lbs. of gluten meal** and
  • 1.5 lbs. of corn oil**
note:

*In dry grind ethanol process.
**In wet mill ethanol process. Gluten feed
is 20 percent protein and gluten meal is
60 percent protein

Senin, 12 September 2011

Scout for Corn Leaf Aphids Before Tasseling

Corn leaf aphids can be common in Iowa corn, but they rarely cause significant economic losses. They prefer sorghum as a host plant, but will also feed on corn, barley, millet and many grasses. Although infestations become apparent when tassels emerge, colonies can start to develop in late June.
Description and life cycle. Corn leaf aphids are bluish-green in color with dark legs and cornicles (tailpipes at the end of the abdomen), and usually less than one-eighth inch in length. Like all aphids, they have a piercing-sucking mouthpart that feeds on plant phloem. Corn leaf aphids excrete a sugar-rich honeydew that can cover corn leaves, tassels and silks.
corn leaf aphids and moltings
Corn leaf aphids and cast skins from molting.

The corn leaf aphid is not known to overwinter in Iowa, but migrates on airstreams each season. Females give live birth to nymphs via asexual reproduction during the summer. Wingless forms are more common, however, migratory winged forms are produced during crowded conditions.
corn leaf aphid
Heavy corn leaf aphid infestation. 

Damage. Feeding by large aphid colonies can reduce yields significantly. Aphids feed on upper leaves, in the whorl or on unemerged tassels. Heavy corn leaf aphid infestations may cause leaves to curl, wilt and become yellow. Tassels and silks can become covered with honeydew. Aphid colonies can slowly kill the tassel and top leaves of a corn plant. The plant responds by shunting nutrients to the feeding area and not to the developing ear, resulting in stunted ears or even barren plants. The most severe damage occurs between the late-whorl and pollination stages.
Scouting and management.  Scouting for corn leaf aphids must be done before tasseling - ideally three weeks before. Developing colonies are most commonly found deep within the whorl. Stop at five locations and examine twenty plants. Carefully pull the whorl leaves away from the stalk and unroll the leaves to estimate the number of aphids. Closer to tasseling, aphids move from within the whorl and are very exposed to weather and natural enemies. Take note of beneficial insects (e.g., ladybeetles and lacewings) and/or parasitized mummies; consider not treating aphids if more than 20 percent are parasitized.
Spraying for corn leaf aphids while they are protected deep in the whorl is not effective. Treating for corn leaf aphids after tasseling is usually not a cost-effective management decision because aphid populations will decline naturally. A well-timed spray while aphids are outside the whorl or on the tassel is recommended when they exceed thresholds. Corn fields can be particularly sensitive to corn leaf aphid feeding if they are drought-stressed. If 50 percent of the plants have more than 100 aphids per plant, tassels are coated in honeydew and plants are under drought stress, treatment may be justified. There are several products registered in Iowa for corn leaf aphid (Table 1). Follow label directions and pay attention to spray guidelines.
corn leaf aphid spraying table

Minggu, 04 September 2011

tip jelang arus balik

Pasca merayakan Idul Fitri di kampung halaman, tentu warga Jakarta akan berbondong-bondong kembali ke Ibukota.

Inilah yang kerap disebut arus balik Lebaran. Nah biasanya sama dengan musim mudik, arus balik juga kerap menimbulkan kemacetan di sejumlah titik jalur mudik.

Tapi ada triknya jika Anda tak ingin terjebak kemacetan berlama-lama di jalan ketika perjalanan Anda kembali ke Jakarta.

1. Atur Waktu
Jangan pulang balik mepet sekali dengan jadwal masuk kantor dan anak-anak masuk sekolah. Karena baisanya di waktu-waktu ini semua pemudik serempak untuk kembali dari kampung halamannay menuju Jakarta. Pulang lebih awal juga bisa membuat tumbuh Anda fit saat kembali beraktifitas normal di kantor setelah liburan. Ada baiknya ambil waktu sehari istirahat sebelum besoknya melakukan aktifitas rutin.

2. Catat Nomor Telepon Penting
Dengan mengantoingi nomor telpon polisi, Jasa Marga, Info jalan tol akan sangat membantu saat Anda mengetahui jalur mana yang masih lenggang atau yang sedang mengalami kemacetan total.

3. Pantau Radio
Anda bisa mendengarkan radio untuk mendapatkan info yang Anda inginkan seputar kondisi lalu linats di jalur-jalur mudik yang akan Anda lalui. Lewat radio akan membantu memberikan informasi mudik di sepanjang rute perjalanan Anda.

4. Bawa Peta
Jangan lupa membawa peta jalur mudik, karena ini sangat penting dan berguna. Hendaknya pilihlah peta yang memuat jalur-jalur alternatif secara detail, ini penting sekali apabila terjadi kemacetan di suatu titik maka Anda bisa gunakan jalur alternatif itu. Dan jangan lupa peta tersebut dilengkapi dengan nomor-nomor telepon penting, info tol misalnya sepanjang Pulau Jawa-Bali.

5. Gunakan Milis
Bila ada kesempatan, sekali-kali monitorlah milis yang Anda ikuti, siapa tahu ada teman yang sedang on-line dan berbagi situasi lalu linats di jalur mudik. Bagi yang tidak punya laptop, tidak perlu berkecil hati, Anda tinggal mencari warnet saja bukan?

6. Stiker
Tempelkan stiker atau tanda pengenal komunitas tertentu di kaca belakang mobil/spatboard kendaraan Anda. Siapa tahu nanti di perjalanan Anda berjumpa dengan teman baru sesama komunitas dan memberikan info yang bermanfaat untuk Anda.

Selamat kembali ke Jakarta, hati-hati di jalan!